MALANG – Penanaman pendidikan karakter mendapatkan perhatian khusus dari Universitas Islam Malang (Unisma) seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan dan teknologi.

Hal tersebut dikupas tuntas dalam Unisma Kampus Unggul-Jelajah Akademik Merespon Persoalan Indonesia (UNISMAKU-JAMPI) pada Sabtu (14/8/2021). Dikemas dengan melibatkan seluruh fakultas, program ini terselenggara sejak 13 hingga 17 Agustus 2021 sekaligus dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma, KH. Anwar Sa’dullah, M.PdI,  menyebut strategi penanaman pendidikan karakter kepada anak sejak dini menjadi sangat penting di masa pandemi agar karakter anak tetap terbangun dengan baik.

“Pendidikan karakter sangat urgent dalam kehidupan kita, baik di masyarakat atau keluarga. Apalagi di era pandemi ini, pembiasaan macam-macam menjadi terhalang karena pembelajaran pakai daring,” ujarnya

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Dr. Hasan Busri, M.Pd menyebut bahwasanya esensi pendidikan karakter ialah nenjadi penghalus dari berbagai kemampuan hingga ketrampilan. Salah satu strategi untuk memaksimalkan pendidikan karakter yakni dengan sinergitas antar pihak. Antara pusat pendidikan, orangtua, lembaga pendidikan masyarakat hingga tempat ibadah.

“Sebab, jika kurang kolaboratif, kurang sinergi, kepribadian anak anak kita justru akan pecah. Misal, di rumah di didik baik, namun di masyarakat justru melihat contoh yang jelek,” imbuh dia

Oleh karena itu, Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menegaskan sejatinya pendidikan karakter perlu ditanamkan mulai dari keluarga sebagai Madratasul Ula. “Maka sekarang saat pandemi ini, peran orang tua itu harus lebih besar porsinya banding dengan sekolah utama dalam membangun karakter,” katanya

Salah satu contoh, masih kata Maskuri, pada saat pembelajaran daring, alangkah baiknya jika orang tua turut mendampingi memberikan pengawasan, atau bisa disalah gunakan oleh anak-anak .

Pun, tempat-tempat ibadah tadi juga dapat meningkatkan local wisdom tersendiri di era pandemi COVID-19. Mengingat, pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi peluang baru untuk membangun pendidikan karakter.

“Sekarang lebih mengenal daring. Teknologi daring tidak hanya dikenal anak anak, orang tua juga sudah familiar. Persoalannya adalah diantara mereka tidak mempunyai fasilitas yang memumpuni seperti gadget dan jaringan,” bebernya

Untuk itu, Unisma sebagai lembaga pendidikan selalu mengedukasi kepada masyarakat melalui riset, kajian-kajian akademik, pengabdian masyarakat, calon sarjana mengabdi, hingga berbagai program kemasyarakatan dan pendidikan yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa untuk mengedukasi anak anak bangsa memberikan peran pendampingan.

Dengan harapan, keterbatasan di tengah pandemi ini justru dapat membuat siapapun kian percerdas dan berdaya saing, inovatif maupun kreatif, bukan malah membuat putus asa.

“Harapan kita selain mempertahankan model-model pendidikan karakter yang sudah baik, juga bisa memunculkan model-model pendidikan karakter lebih baik di situasi pendidikan yang lebih adaptif,” tandasnya.

sumber : https://tugumalang.id/unisma-tekankan-peran-orang-tua-hingga-cerdas-di-masa-pandemi/

Hotline Saran & Keluhan !