MALANG – Sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), perguruan tinggi mendapat kemerdekaan untuk mendesain kurikulum, program kemahasiswaan, hingga berbagai aktivitas dalam rangka penguatan kelembagaan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan daya saing. Termasuk Universitas Islam Malang (Unisma).

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri MSi, dalam program Universitas Islam Malang Jelajah Akademik Merespon Persoalan Indonesia (Unisma-Jampi), pada Minggu (15/8/2021).Menurutnya, sebagai bagian dari sistem lembaga pendidikan nasional yang strategis, Unisma melakukan berbagai program dan perombakan untuk dapat meningkatkan Indikator Kerja Utama (IKU).

“Kita punya kemerdekaan. Kita juga punya kelas yang disebut kelas profesional, kelas branding, rumah kreatif mahasiswa. Sebentar lagi juga ada rumah busa peradaban. Ini kita support (dukung) berkaitan dengan berbagai proposal pendaan yang dikompetisikan,” ujarnya.Selain itu, Unisma juga mendorong para mahasiswa maupun dosen untuk getol mengikuti program bela negara, pengabdian masyarakat, penelitian, hingga mengajar di sekolah, dunia industri, ataupun dunia usaha. Hingga transfer kredit dengan perguruan luar negeri maupun dalam negeri dengan lintas prodi.

“Ketika mahasiswa bisa mengambil proyek independen itu, kita konversikan dengan mata kuliah yang sejajar. Semangat merdeka belajar di situ, maka kita ajak mahasiswa untuk mengembangkan imajinasi, inspirasi, kreativitas, maupun inovasi sehingga munculah sebuah laborat yang bukan semata-mata dibuat oleh perguruan tinggi namun tetap semua kendali dalam universitas,” imbuhnya.Wakil Rektor 1 Unisma, Prof Drs H Junaidi MPd PhD, menambahkan bahwa dengan MBKM, mahasiswa kian leluasa menempuh pendidikan di perguruan tinggi lain. Apalagi, saat ini juga tengah berlangsung KKMI atau Kridential Micro Mahasiswa Indonesia, yang di dalamnya terdapat course, sebuah mata kuliah yang bisa ditempuh oleh berbagai program.Adapun terdapat 3 course dalam program ini, yakni start up agroteknologi yang berbasis di Fakultas Pertanian, tecnopreneur berbasis IoT di Fakultas Teknik, serta sediaan herbal di Farmasi.

“Program ini diikuti oleh 127 perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai 680 orang. Bahkan, banyak perguruan tinggi ternama di kita seperti Undip (Universitas Diponegoro) ikut mata kuliah kita dan sebaliknya juga mahasiswa Unisma juga dapat mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi lain,” tandasnya.(ads)

sumber : https://kumparan.com/tugumalang/selaras-dengan-mbkm-unisma-beberkan-sederet-program-strategis-1wLBJsdi5hS/full

Hotline Saran & Keluhan !