FKIP UNISMA Beri Pelatihan Pendidikan Abad 21 Pada Guru-guru di Kabupaten Jombang

Jombang, Senin 21 Oktober 2019. 100 guru-guru TK-PAUD-MI-SD di lingkungan Kabupaten Jombang menerima pelatihan pendidikan Abad 21. Bertempat di SDN Kudu 2, pada pukul 09.00-12.00 berlangsung Pelatihan Pendidikan Abad 21 yang dibuka oleh Dekan FKIP UNISMA,  Dr. Hasan Busri, M.Pd. Dekan FKIP menyatakan bahwa pelatihan bagi guru-guru di lingkungan Kabupaten Jombang merupakan implementasi Perjanjian Kerjasama antara UNISMA dan Pemkab Jombang, yang resmi ditandatangani, Senin, 21 Oktober 2019.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

UNISMA berkomitmen mengadakan acara Bakti Santri di Kabupaten Jombang, dengan menggelar beberapa Workshop yang dilakukan oleh 10 Fakultas yang ada di UNISMA.  Dekan FKIP UNISMA berharap acara tersebut dapat menyegarkan kembali pengetahuan guru-guru terkait strategi, metode, bahan ajar, berikut kompetensi yang harus dikuasai oleh guru dan siswa.

Dr. Sri Wahyuni, M.Pd selaku pemateri pelatihan pertama menyampaikan materi terkait kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21, yaitu berpikir kritis, kreatif, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berkolaborasi. Dalam kesempatan ini Dr. Sri Wahyuni, M.Pd juga menyampaikan terkait cara membaca yang efektif untuk siswa PAUD yang akan masuk ke SD. “Jadi kita boleh mengenalkan bacaan pada siswa TK-PAUD tanpa memaksa dengan cara mengajak mereka bermain.” Ahli kurikulum pendidikan menengah dan tinggi UNISMA ini mengingatkan lagi agar dalam satu hari hanya memberi satu suku kata untuk dikenalkan dan dibaca oleh siswa dan menghentikan kegiatan membaca sebelum mereka selesai. “Biarkan mereka penasaran untuk kembali belajar esok hari dengan mengulang suku kata yang sudah diajarkan dan menambah dengan suku kata yang baru”. Tegasnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Pemateri berikutnya, Dr. Ari Ambarwati, SS, M.Pd menyampaikan materi tentang Pembelajaran Bahasa Berbasis Budaya. Ari Ambarwati mengatakan bahwa saat belajar bahasa kita juga belajar budaya, maka sebaiknya pengajaran materi di bangku TK-PAUD dan SD kelas rendah menggunakan bahasa daerah. “Unicef dan Unesco menyarankan penggunaan bahasa daerah untuk memahamkan konsep pada siswa, karena bahasa daerah kaya akan ungkapan dan kosa kata yang tepat untuk menyampaikan materi sederhana pada siswa. “Ahli sastra dan budaya Indonesia FKIP UNISMA ini juga mengingatkan agar guru-guru di Kabupaten Jombang menggunakan pangan dan bunyi-bunyian tradisional dalam mengajarkan bahasa Indonesia. “Pajanan pangan lokal dan bunyi-bunyian tradisional lebih dini pada anak-anak akan memberikan stimulus pada mereka untuk kenal dan paham dengan budayanya sendiri”.

Sugiarti, salah satu guru PAUD di Kecamatan Kudu berharap agar kegiatan pelatihan ini terus berlanjut untuk materi-materi strategi pembelajaran dan lainnya. “Sangat bermanfaat pelatihan ini, terima kasih pada FKIP UNISMA, semoga tidak bosan melatih kami guru-guru di Kabupaten Jombang.” Pungkasnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Hotline Saran & Keluhan !