Sebagai Penghormatan, Unisma Abadikan Nama Prof Dr KH Muhammad Tholhah Hasan

Nama almarhum Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Islam Malang Prof Dr KH Muhammad Tholhah Hasan diabadikan sebagai nama auditorium di Gedung Bundar Al Asy’ari. Launching nama itu dilakukan Rabu (12/6/2019) disela kegiatan halal bihalal dengan para karyawan dan dosen Unisma Malang.

Nama itu disematkan sebagai bentuk penghormatan untuk Kiai kharismatik tersebut. Rektor Unisma Prof Dr Masykuri MSi mengeluarkan SK untuk mengapresiasi almarhum yang baru saja meninggal dunia karena sakit. SK ditetapkan pada 12 Juni 2019 setelah pada 3 Juni 2019 ada rapat.

Ciri khas di kampus Unisma adalah tiap ruang punya identitas nama-nama. Masykuri mengisahkan dirinya pernah bertanya soal penyematan nama Kiai Tolhah, namun sang Kiai mengatakan dipikir nanti saja. Saat kondisi kesehatan almarhum turun karena sakit, Prof Masykuri sempat bertanya lagi.

“Yai nopo mungkin diberi nama Kyai Tholhah?” tanya rektor ke almarhum. Almarhum secara tersirat mau tapi menyatakan jangan sekarang. “Artinya beliau berkenan. Sebagai santrinya, sangat layak auditorium ini diberi nama KH Tholhah Hasan,” kata rektor.

Rektor Unisma Malang lebih lanjut menjelaskan, bahwa nama pendiri-pendiri Unisma akan diabadikan pada fasilitas yang ada di kampus. Misalkan nama lab, perpustakaan, green house, pondok pesantren dan lainnya. “Nanti akan dibentuk tim ruang-ruang yang belum diberi nama,” tegasnya

Hotline Saran & Keluhan !