MBALAH ASWAJA : TAK PERLU KONFLIK KARENA PERBEDAAN

Mbalah Aswaja kali ini mengangkat tema “Sejarah Aswaja di Indonesia dalam Perspektif Antropologi dan Sosiologi”, yang dikaji di Universitas Islam Malang (Unisma), kamis (18/7) dengan menghadirkan KH Achmad Muwafiq atau yang akrab Gus Muwafiq.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyampaikan, Gus Muwafiq adalah sebagai seorang gus sebagai seorang yang sangat sederhana. Dengan penampilan yang khasnya.

“Semoga Unisma selalu didoakan kyai, Unisma semakin jaya, semakin berkembang, karena Unisma  memang diharapkan oleh pengurus PBNU sebagai lokomotif perubahan pada Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama” ujar Rektor Unisma

Gus Muwafiq menyampaikan dalam ceramahnya bagaimana sejarah Aswaja berkembang dan diamalkan oleh masyarakat. Beliau juga menyinggung soal hidup bermasyarakat yang beragam-ragam. Manusia sudah diciptakan berbeda-beda dan beragam. Hal ini, menurutnya harus dijaga dan diterima secara woles terutama dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Sejak awal manusia sudah dipertemukan dengan manusia yang berbeda-beda. Fine-fine aja. Kita harus siap menjadi generasi masa depan. Tidak perlu konflik karena masa lalu. Apalagi karena perbedaan,” tutur Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq juga meminta agar masyarakat tidak mudah mengharamkan sesuatu.”Semisal orang Islam depan rumahnya ada tumbuhan cemara sudah dianggap dosa karena pohon cemara identik dengan Natal, tidak boleh seperti itu karena Islam itu melengkapi dan menghargai perbedaan,” pungkasnya.

Hotline Saran & Keluhan !