MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM- Salah seorang alumni Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Mela Nurvita Rahma, memperoleh kesempatan studi banding mengenai inovasi di bidang perawatan tubuh di Korea Selatan.

INOVASI berbasis natural derived pada komposisi produk perawatan spa memiliki keunggulan yang banyak. Salah satunya, dapat bertahan tanpa penambahan bahan kimia yang tidak dibutuhkan tubuh.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com dari Humas Unisma, kemarin, Mela Nurvita Rahma, menjelaskan, latar belakang riset ini berawal dari meningkatnya populasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mencapai 2,4 juta jiwa pada 2018 dan jumlahnya terus meningkat sampai angka 500 jiwa per tahun. Data tersebut diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Sedihnya, hampir tiap tahun hingga 2021, jumlahnya terus berkembang. Di situ timbul keprihatinan sehingga perlu ada solusi untuk edukasi pencegahan kelahiran spektrum autistik dengan nutrisi kedelai yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan protein anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

“Berbekal ilmu psikolinguistik yang saya pelajari di PBSI, saya membangun pondasi program edukasi agar anak-anak berkebutuhan khusus semakin memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas dirinya di tengah masyarakat,” imbuh Mela Nurvita Rahma.

Mela Nurvita Rahma menambahkan, salah satu yang menjadi kosentrasinya adalah adanya tren skincare. “Banyak perempuan yang mengesampingkan penggunaan bahan- bahan yang ada di dalam produk, terutama ibu hamil dan menyusui, sehingga meningkatkan risiko terhadap janin saat di kandungan,” jelasnya.

Rencana paling dekati, dia akan mengadakan program tahunan BRAINCARE untuk peningkatan kemampuan penanganan anak berkebutuhan khusus di dunia pendidikan maupun umum. Harapannya, anak berkebutuhan khusus memperoleh ruang dan waktu yang sama seperti anak-anak lainnya. Karena mereka punya potensi yang luar biasa apabila ditangani dengan tepat.

“Semua itu dimulai dari kesadaran nutrisi yang dibutuhkan. Apalagi di Malang Raya sendiri kedelai juga banyak dibudidayakan. Saya senang program ini banyak dukungan, terutama dari Bapak Prof. Dr. Masykuri Bakri, MSi, serta Kementrian Industri Kreatif serta instansi pemerintahan setempat. Saat ini produk yang sudah dikembangkan menjadi berbagai inovasi produk dimulai produk spa, produk diet, dan sekarang merambah ke produk kecantikan yang berbahan alami dan aman, termasuk upaya mengurangi risiko dampak kelahiran aspektrum auutisme,” terangnya.

Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, MSi, menjelaskan, awalnya Mela Nurvita Rahma adalah salah satu alumni mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (PBSI) tahun 2018 yang pernah memperoleh dukungan sponsorship untuk didelegasikan ke Korea Selatan agar dapat memenuhi beasiswa internship yang sebelumnya telah diseleksi dari ribuan mahasiswa di Indonesia.

“Ini bukti nyata bahwa dimanapun alumni Unisma berada akan tetap memperoleh apresiasi melalui progam-program berkelanjutan. Ini adalah salah satu kebanggaan kami. Sangat menarik sekali apa yang di lakukan alumni kami ini, dimana dia mengembangkan produk _spa & nutrition_ berbasis riset,” ujar Rektor Unisma. (div/mat)

sumber : http://tabloidjawatimur.com/alumni-unisma-kembangkan-riset-braincare-dengan-nutrisi-soya/

Hotline Saran & Keluhan !