Kampus UNISMA Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Langkah Menuju Kampus Kelas Dunia

niversitas Islam Malang (UNISMA) kembali memperkuat jajaran akademisnya dengan mengukuhkan tiga Guru Besar baru pada Sabtu (9/5). Momentum ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata komitmen “Kampus Hijau” tersebut dalam mencetak pakar-pakar unggul di bidangnya. Pengukuhan berlangsung khidmat, yang digelar di Lantai 7 Gedung Pascasarjana Unisma.

Ketiga profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P (Ranting Ilmu/Kepakaran Fisiologi Tumbuhan), ​Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P (Ranting Ilmu/Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis) dan ​Prof. Dr. Apt. Yudi Purnomo, M.Kes (Ranting Ilmu/Kepakaran Biomedik Farmasi).

Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D menekankan bahwa gelar profesor merupakan tanggung jawab moral yang besar. “Keberadaan Guru Besar pada setiap program studi itu sangat bermakna. Mereka adalah pilar dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi secara keseluruhan,” ujar Prof. Junaidi, kepada Malang Posco Media. Dia menegaskan bahwa jabatan ini bukan akhir dari pencapaian, melainkan awal dari pengabdian yang lebih mendalam bagi peradaban dan ilmu pengetahuan.

​Pencapaian ini sangat istimewa karena UNISMA kini telah memiliki total 27 Guru Besar yang semuanya lahir dan tumbuh dari rahim kampus sendiri. Prof. Junaidi menyoroti bahwa para profesor ini meniti karier dari nol di UNISMA, mencerminkan iklim intelektual yang suportif. “Kami bangga karena mereka adalah produk asli Unisma. Ini menunjukkan bahwa iklim intelektual kita mampu melahirkan pakar-pakar kelas dunia tanpa perlu ‘impor’ dari luar,” tambahnya.

​Dalam rangka mengejar target World Class University pada 2027–2031, UNISMA tidak main-main dalam urusan riset. Menyadari terbatasnya hibah eksternal, universitas telah menyiapkan “bahan bakar” mandiri berupa dana hibah internal yang mencapai Rp40 juta per judul bagi kategori tertinggi. “Kami menyiapkan hibah internal sebagai investasi masa depan. Harapannya, tidak ada lagi alasan bagi dosen untuk berhenti meneliti,” jelas Rektor.

​Selain itu, setiap Guru Besar diberikan mandat untuk mempublikasikan minimal satu karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi setiap tahunnya. Langkah ini diambil agar pemikiran para pakar UNISMA tetap relevan di tingkat global. Namun, riset tersebut tetap harus membumi. Prof. Junaidi menekankan pentingnya hilirisasi riset, sebagaimana terlihat pada prodi Agroteknologi dan Agribisnis yang telah meraih akreditasi internasional ASIIN dari Jerman.

​”Ujung dari semua ini adalah manfaat bagi masyarakat. Kami ingin hasil riset para profesor ini menjadi solusi nyata atas problem bangsa,” pungkas Prof. Junaidi. Melalui pengukuhan ini, UNISMA semakin optimis menatap masa depan sebagai pusat inovasi dan keunggulan akademik di tingkat internasional. 

sumber : malangposco