MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) melepas keberangkatan 818 mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) – Tematik tahun 2021/2022 secara hybrid dari Gedung Pascasarjana Unisma, Sabtu (5/2/2022).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisma, Dr Nour Athiroh AS SSi MKes menyampaikan, KSM-Tematik merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler yang ada di kampus.

Tujuannya, selain mewujudkan implementasi mata kuliah yang ditempuh sebagai pengabdian kepada masyarakat. Juga untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk belajar mengidentifikasi, merencanakan, sekaligus mengembangkan potensi wilayah dengan bekerja sama dengan masyarakat.

“KSM-Tematik ini dimulai tanggal 5 Februari 2022 sampai 12 Maret 2022. Sebanyak 818 mahasiswa ini berasal dari 10 fakultas dan dibimbing 21 dosen pendamping lapangan. Mereka akan disebar di beberapa wilayah. Mulai dari Malang Raya, Pasuruan hingga Bima,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi menambahkan, mahasiswa Unisma harus bisa memberikan berbagai macam solusi, terkait dengan permasalahan dan dinamika yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa Unisma harus bisa membawa pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif, inovatif, konstruktif dan lebih produktif untuk mengubah mindset dan culture set masyarakat,” jelasnya.

Ia pun menekankan, agar mahasiswa Unisma mampu menjaga komunikasi baik dalam kelompok maupun bermasyarakat. Termasuk saling toleransi, menjaga harmonisasi dan bawa energi positif.

Lebih jauh, tambah Maskuri, optimisme Unisma untuk melakukan KSM-Tematik secara luring setelah tiga kali sebelumnya diselenggarakan daring. Hal initak lepas dari edaran Kemendikbudristek, yang mana beberapa kegiatan perguruan tinggi kini dapat dilaksanakan secara luring.

Meski demikian, ia berpesan agar mahasiswa Unisma yang mengikuti KSM selalu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat. “Jangan abai terhadap masker, jaga jarak, kalau ada di antara kalian yang kurang nyaman fisiknya segera minum obat dan mahasiswa juga juga harus memberikan edukasi tentang persoalan pandemi COVID-19,” tegasnya.

Bupati Malang Drs H M Sanusi MM berharap, program KSM-Tematik ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus masyarakat. “Dengan keadaan wilayah dan beragam potensi. Kita berharap bisa menimbulkan kreativitas, kolaborasi, komunikasi dan berfikir kritis mahasiswa untuk pembangunan, khususnya di Malang Raya,” tukas dia.

Sebagai informasi, dari total 818 mahasiswa, 437 mahasiswa diantaranya berasal dari Fakultas Agama Islam. 104 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 100 mahasiswa dari FKIP, 88 mahasiswa dari Fakultas Teknik, 33 mahasiswa dari Fakultas Hukum, 13 mahasiswa dari Fakultas Pertanian, 13 mahasiswa dari Fakultas MIPA, 12 mahasiswa dari Fakultas Peternakan, 11 mahasiswa dari Fakultas Administrasi dan 7 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran.

Sedangkan, output dari kegiatan KSM-Tematik ini diantaranya akan dikemas dalam bentuk artikel laporan pengabdian sebagai blok chapter. Lalu, artikel pengabdian yang dipublikasikan pada jurnal maupun prosiding pengabdian melalui konferensi pengabdian pada masyarakat (Kopemas).

Serta, video kegiatan yang diunggah melalui channel youtube, Hak Cipta pengabdian, poster hingga publikasi di media masa. Semua luaran yang disusun oleh perguruan tinggi Nahdlatul Ulama terbaik ini, sangat revelan dalam mendukung program MBKM serta peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU).

SUMBER : https://tugumalang.id/unisma-lepas-818-mahasiswa-kandidat-sarjana-mengabdi-ksm-tematik/

Hotline Saran & Keluhan !