MALANG – Di tahun 2021 mahasiswa Biologi Unisma Malang berkesempatan untuk turut serta dalam rangkaian acara Diklat Kepemimpinan Mahasiswa dan Bakti Karya Lingkungan (DKM BKL).

Dengan mengangkat tema Kampanye dan Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan, Jumat (30/7/2021) secara daring. Kegiatan ini bertujuan menghantarkan generasi penerus bangsa agar menjadi alumni yang berkualitas, upaya pemerintah melalui SIMKATMAWA memiliki misi dalam pembinaan mental kebangsaan mahasiswa, di antaranya adalah kampanye pencegahan kekerasan seksual dan perundungan (bullying).

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ummi Khoirirotin Nasichah yang merupakan Konselor LKP3A (Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak) PP Fatayat NU dan Sekretaris Koppatara.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

pada paparannya, Ummi menyampaikan dalam narasi awalnya terkait kekerasan seksual. Menurut Komnas Perempuan, bentuk-bentuk kekerasan seksual natara lain: perkosaan, itimidasi seksual, percobaan pemerkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan.

Kekerasan seksual dan perundungan bisa mengganggu mental anak-anak Indonsia sehingga kita harus  bisa menghindari baik. Bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain secara terus menerus tidak hanya dilakukan secara fisik, verbal dan mental saja, saat ini cyber bullying sudah mulai muncul dimana mana.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Materi tersebut disampaikan dengan pemaparan yang mudah dipahami melalui contoh-contoh yang sering ditemui sehari-hari. Ia juga menyampaikan bahwa setiap korban kekerasan seksual maupun bullying harus mendapatkan pendampingan yang baik. Kita dapat mendampingin dengan cara Membangun komunikasi dengan korban, lebih banyak menjadi pendengar dari pada berbicara, Mengembalikan kepercayaan diri korban dan mendorong anak kembali aktif berkegiatan dan merujuk ke Lembaga layanan untuk mendapatkan pendampingan khusus.

Kampanye pencegahan kekerasan seksual dan perundungan dapat dilakukan yang pertama secara langsung (tatap muka) yaitu sosialisasi, edukasi, FGD, dan seminar. Sasarannya adalah kelompok masyarakat, ormas, PKK, anak sekolah. Kedua, melalui social media berbentuk flyer/poster dimuat di Instagram, facebook, twitter, podcast konten youtube, diskusi online via zoom, google meet, live streaming facebook dan sebagainya. Sasarannya lebih banyak kalangan muda.

Ia berharap semua pihak baik di lingkungan Unisma Malang maupun di luar kampus dapat saling menjaga dari kekerasan seksual dan perundungan. (*) 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/362716/mahasiswa-biologi-unisma-malang-turut-dalam-kampanye-kekerasan-seksual-dan-perundungan

Hotline Saran & Keluhan !