Mantapkan LKMM 2019, FEB UNISMA Gelar Studium General Leadership Communication

Dalam rangkaian kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang agar tercapai visi dan misinya, maka digelar Studium Generale Leadership Communication pada tanggal 19 Desember 2019. Studium Generale ini dilaksanakan dalam rangka memahami hakikat kepemimpinan dan bagaimana membangun komunikasi yang efektif dalam kepemimpinan. Sebagai Narasumber kegiatan ini adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Nur Diana, S.E., M.Si.

Sementara itu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan, Keagamaan dan Publikasi FEB UNISMA, Khalikussabir, S.E., M.M saat membuka acara studium generale menyatakan bahwa tujuan dilaksanakan studium generale ini adalah untuk membentuk jiwa kepemimpinan mahasiswa FEB UNISMA yang inovatif, kreatif dan memiliki karakter yang kuat. Ada 3 Studium Generale utama yang dilaksanakan sebagai opening LKMM FEB UNISMA 2019 dengan narasumber para pimpinan yang ada dari kalangan pemerintahan, profesional, akademisi maupun tokoh nasional. Sengaja kami memilih narasumber tersebut dalam rangka memberikan pengayaan wawasan yang bervariasi kepada mahasiswa, sehingga mereka mendapatkan bekal yang mumpuni dari hasil kegiatan ini.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id                                                                                                      

“Saat ini kami ingin memberikan bekal leadership communication karena era 4.0 membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, agar dapat merespon dan menyerap informasi dengan baik khususnya dalam kepemimpinan. Ada benang merah antara kepemimpinan dengan komunikasi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik,” ujar wakil dekan III FEB UNISMA ini.

Sementara itu Nur Diana, S.E., M.Si yang saat ini menjadi narasumber studium generale ini sangat bersemangat menyampaikan materinya dihadapan 1000 peserta yang menempati Hall K.H Abdurrahman Wahid Gedung Pascasarjana lantai 7 Universitas Islam Malang.

Awalnya beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan bisa didapatkan dari 2 hal yaitu kepemimpinan dilahirkan melalui keturunan, merka memiliki bakat kepemimpinan yang dibawa sejak lahir.

“Sejak lahir mereka memiliki kharisma kepemimpinan. Dilain pihak pemimpin itu timbul karena dibentuk melalui pendidikan, pengalaman pelatihan, dan lain-lain.”

“Pemimpin sejati itu alangkah baiknya jika merupakan keterpaduan antara kepemimpinan yang diperoleh dari bakat/keturunan dan ada proses pembentukan melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Ini merupakan keterpafuan yang sempurna dalam menciptakan seorang pemimpin.”

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id                                                                                  

“Semua orang pasti mempunyai sikap kepemimpinan masing-masing, namun tidak semua orang berbakat atau bisa menjadi pemimpin, maka dari itu diperlukan pendidikan, pelatihan seminar tentang kepemimpinan.”

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pemimpin harus mempunyai banyak keahlian, salah satu keahlian terpenting adalah keahlian komunikasi.

“Komunikasi efektif membuat seorang pemimpin dapat mengajak, mengarahkan, dan menggerakan anggota untuk mencapai kepentingan bersama.”

“Dalam menjalankan tujuan organisasi pemimpin harus bersikap selayaknya dan fokus pada tujuan. Pemimpin bertindak sebagai Communication Champion yang mengkomunikasikan visi dan misi organisasi, Untuk itu mereka dituntut untuk membangun visi bersama serta menyebarkan keyakinan, komitmen dan semangat bawahan,” ujarnya

Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi dalam kepemimpinan memiliki beberapa fungsi diantaranya: fungsi informatif, fungsi regulatif, fungsi persuasif dan yang terakhir adalah fungsi integratif yang memberikan saluran bagi bawahan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Seorang Pemimpin dapat dikatakan mahir dalam berkomunikasi apabila ia memiliki sifat sifat seperti; percaya diri, empati, dapat memahami lawan bicara, berpikiran terbuka, dapat menyederhanakan yang rumit, konsisten, mudah didekati dan bekerja sama dengan berbagai macam pihak untuk mewujudkan tujuannya.”

“Apabila seorang pemimpin mampu menguasai hal tersebut, maka dapat dikatakan ia mahir dalam berkomunikasi dan tentu berbakat menjadi  seorang pemimpin,” demikian beliau mengakhiri penjabarannya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id  

Hotline Saran & Keluhan !