Mahasiswa UNISMA MALANG KKN Lahirkan Produk Teh Berbahan Daun Kopi

Para mahasiswa UNISMA yang KKN disambut ramah oleh warga Dusun Sumber Pucung, Desa Tirtomoyo, Ampelgading, Kab. Malang. Sapaan dan keriyuhan anak-anak memanggil kami dengan sebutan “mbak kkn” dan “mas kkn” membuat suasana hari pertama menghangat.

“Disini kami mengemban misi mulia dengan turut berpartisipasi pada kegiatan masyarakat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN yang diusung oleh UNISMA Malang kali ini bertemakan KKN Tematik Kewirausahaan,” ujar Bulqoynie Akmal Habibullah selaku Koordinator Desa.

INFORMASI SEPUTAR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id  / pmb.unisma.ac.id

Bulqoynie pun menuturkan bahwa ke 30 anggota telah membagi divisi agar program selama KKN lebih tepat sasaran yaotu terdiri dari 4 divisi yang berbeda yaitu divisi lingkungan, divisi sosial budaya, divisi kewirausahaan dan ekonomi, divisi pendidikan dan keagamaan dengan program prioritas bidang kewirausahaan.

Program awalnya seperti mengikuti kegiatan belajar mengajar ke TK, MI dan TPQ serta membuat berbagai produk dari hasil potensi Desa seperti, kopi dan singkong.

Kelompok KKN yang berada dibawah bimbingan Ahmad Bastomi, SHI., M.CMR melakukan berbagai percobaan pembuatan produk agar memiliki cita rasa yang baik untuk diperjual belikan atau diperkenalkan ke masyarakat. Produk olahan yang dibuat yaitu teh daun kopi, kripik kulit singkong dan nugget singkong.

Kegiatan lainnya adalah pembuatan hidroponik dari botol bekas, pembuatan pakan dan pembuatan kompos.

“Produk unggulan kelompok kami adalah 3 produk yaitu teh daun kopi, kripik kulit singkong dan nugget singkong. Teh daun kopi merupakan produk yang yang terbuat dari pucuk daun kopi dan daun muda kedua,” jelas Bulqoynie.

Produk Mahasiswa KKN UNISMA Malang

Ia mengatakan jenis kopi di Desa Tirtomoyo ada 2 yaitu tugusari dan predi, predi merupakan kopi dengan harga jual lebih tinggi dari tugusari biji kopi predi yang memiliki rasa yang lebih pahit. “Daun kopi yang sudah dikumpulkan selanjutnya disangrai di tungku tembikar dari tanah liat hingga bewarna kecoklatan. Kemudian di jemur selama kurang lebih 3 hari,” lanjutnya.

Bulqoynie menambahkan, bahwa kelompok KKN binaannya ini memanfaatkan singkong untuk produk membuat nugget singkong dan kripik kulit singkong. Produk ini diharapkan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi warga desa selain dari perkebunan kopi dan singkongnya.

Bukan hanya membuat produk olahan kelompok KKN 16 ini juga melalukan sosialisasi yang berhubungan dengan kelompok tani yaitu membuat kompos dan pakan ternak. Kompos ini terbuat dari sekam padi yang dibakar kemudian ditambahkan EM4 dan gula merah lalu di-fermentasi hingga 7 hari.

Sedangkan pakan ternak dibuat dari batang pisang yang dicacah kemudian ditaburi garam, dan polar untuk kemudian disiram dengan air campuran gula merah dan EM4. Tahapan berikutnya adalah proses fermentasi selama 7 hari hingga mengelarkan aroma seperti Tape untuk akhirnya pakan dan kompos siap digunakan.

“Warga Desa Tirtomoyo memiliki tradisi yang unik saat Hari raya Idul adha yakni mengundang orang lain untuk makan opor ayam di rumahnya masing-masing. Hari ini adalah hari ke-15, sudah 15 hari disini kami bersama dengan berbagai warga dengan latar berlakang yang beraneka ragam,” papar Bulqoynie.

Program inti berikutnya direncanakan masih baru akan dilaksanakan pada hari ke- 19 sampai hari ke-31. Hari ke-22 kolompok KKN Unisma berencana untuk melakukan sosialisasi produk kewirausahaan yang merupakan program unggulan kelompok.

“Selain itu kami juga bekerja sama dengan warga setempat dalam acara 17 agustusan yaitu berbagai macam perlombaan dengan anak-anak dan warga,” terang Bulqoynie mahasiswa Mahasiswa UNISMA KKN (*)

Hotline Saran & Keluhan !