Malang – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam rangka meraih keberkahan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, UNISMA menggelar kegiatan Santunan 1.500 Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa yang berlangsung di Auditorium Prof Dr KH Muhammad Tolchah Hasan, Gedung Bundar Al Asy’ari UNISMA, Kamis (25/6/2026).
Ribuan anak yatim, piatu, dan dhuafa dari berbagai wilayah Malang Raya memenuhi auditorium dalam suasana yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian sosial UNISMA sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam.
Lebih dari sekadar kegiatan santunan tahunan, pelaksanaan tahun ini memiliki makna strategis karena menjadi titik awal penguatan kolaborasi internasional antara UNISMA dan Minhaj Welfare Foundation, lembaga kemanusiaan yang berbasis di Manchester, Inggris.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi berbagai program bersama di bidang pendidikan, pengembangan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kemanusiaan lintas negara.
Rektor UNISMA, Prof Drs Junaidi, MPd, PhD, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim, piatu, dan dhuafa merupakan bagian dari identitas sekaligus tanggung jawab moral perguruan tinggi Islam.
“UNISMA memiliki komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial. Santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang rutin dilaksanakan setiap Muharram merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujarnya.
Menurut Junaidi, momentum Muharram tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah dan berbagi kebahagiaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi kemanusiaan dalam skala internasional.
“Kami bersyukur pada tahun ini mulai terbangun komunikasi dan kerja sama dengan Minhaj Welfare Foundation. Insyaallah, kolaborasi ini akan terus berkembang sehingga manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat menjadi semakin luas,” katanya.
Kehadiran delegasi Minhaj Welfare Foundation menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Managing Director Minhaj Welfare Foundation, Faisal Hussain, menyampaikan apresiasi atas komitmen sosial yang ditunjukkan UNISMA melalui kegiatan yang melibatkan 1.500 anak yatim, piatu, dan dhuafa.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian yang melampaui batas geografis dan menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Hari ini kami menyaksikan sebuah kegiatan yang sangat menginspirasi. Sebanyak 1.500 anak berkumpul dalam suasana penuh kasih sayang dan kepedulian. Ini bukan sekadar kegiatan santunan, tetapi juga pesan bahwa mereka dicintai, diperhatikan, dan memiliki masa depan yang harus diperjuangkan bersama,” ungkap Faisal.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Ia menambahkan bahwa pihaknya melihat banyak kesamaan visi antara Minhaj Welfare Foundation dan UNISMA dalam membangun masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan sosial.
“Kami berharap kemitraan ini menjadi awal dari berbagai program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi komunitas global,” tambahnya.
Sementara Ketua Yayasan UNISMA, Prof Dr Agus Sugianto, MP, menyampaikan bahwa sebanyak 1.500 anak yatim, piatu, dan dhuafa menerima santunan pada kegiatan tahun ini.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat optimisme serta mendoakan kemajuan UNISMA agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan dunia.
“Anak-anak adalah generasi masa depan. Mereka harus tumbuh dengan harapan, semangat, dan keyakinan bahwa masa depan yang baik dapat diraih melalui pendidikan, kerja keras, dan doa,” tuturnya.
Menurut Agus, kegiatan santunan ini merupakan bagian dari ikhtiar UNISMA untuk menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial kepada seluruh sivitas akademika.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Selain pemberian santunan, acara juga diisi dengan doa bersama, tausiyah, dan berbagai pesan motivasi yang memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar, berprestasi, dan menatap masa depan dengan optimisme.
Sebagai perguruan tinggi yang pada tahun ini memasuki usia 45 tahun (Lustrum IX), UNISMA terus memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional.
Berbagai capaian yang diraih selama ini menjadi fondasi bagi kampus untuk terus berkembang menuju perguruan tinggi bereputasi global yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan Santunan 1.500 Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa ini, UNISMA kembali menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu menghadirkan manfaat, harapan, dan kebahagiaan bagi masyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Sejalan dengan semangat yang terus diusungnya, UNISMA berkomitmen untuk menjadi kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan pengabdian sosial dalam mewujudkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi bagi Indonesia dan peradaban dunia.
Sumber: malang times

