MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) secara istimewa mendapat kesempatan untuk menggelar soft launching dan seminar Tafsir Al Qur’an Jailani versi Terjemahan Berbahasa Indonesia, pada Sabtu (5/3/2022).

Rangkaian kegiatan ini ditandai dengan penyerahan Tafsir Al Jailani dari Cicit ke-24 Shultonul Auliya’ Syekh Abdul Qodir Al-Jailani QS, yakni Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jilani Al Hasan Al Huseni Hafidzahullah kepada Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi.

Menurut Prof Maskuri, sebagai perguruan tinggi terbaik di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) patut berbangga. Sebab, soft launching ini dihadiri langsung oleh tokoh yang dikagumi. “Betul (ini soft launching pertama di Indonesia), dan yang secara langsung dihadiri oleh Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jailani Al Hasani Al Huseini Hafidzahullah,” katanya.

Tafsir Al Jailani, lanjutnya, dapat dipahami sebagai suatu pembelajaran yang lebih komprehensif untuk memahami Al Qur’an. Terlebih, nilai Al Qur’an didalamnya betul-betul rahmatallilalamin, tidak sekedar membicarakan satu atau dua umat. Melainkan seluruh umat dan sekaligus bagaimana memanusiakan manusia.

Di samping itu, Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jailani Al Hasani Al Huseini Hafidzahullah, tambah Maskuri, merasa kagum dengan budaya yang dibangun Unisma. Selain melihat Unisma sebagai miniatur akademik tertinggi di kalangan NU, sekaligus menilai reputasi Unisma sebagai PTNU yang sangat baik. Tak hanya di kancah nasional namun juga internasional.

“Apalagi Al Jailani yang menjadi rujukannya NU, sehingga beliau (Prof Muhammad Fadhil) tertarik dengan Unisma disitu. Beliau bahkan mengundang Rektor Unisma untuk datang ke Turki dan bekerjasama dengan beberapa PT di sana,” imbuhnya.

Kini, tafsir berbahasa Indonesia ini telah menambah jumlah koleksi Tafsir Al Jailani yang sudah mencapai puluhan di perpustakaan Unisma. Dengan demikian, diharapkan akan menjadi salah satu sumber literasi untuk membangun kualitas SDM hingga spirit dalam membangun budaya peradaban.

“Karya-karya tafsir Al Jailani ini diharapkan dapat memberikan banyak referensi dan layak menjadi literasi dari umat islam Indonesia untuk membangun jiwanya, membangun pola pikirnya, sikap, perilaku sekaligus spirit dalam membangun budaya peradaban,” tegas Maskuri.

Sementara itu, Prof Muhammad Fadhil menyampaikan terima kasih dan rasa syukur dengan diterbitkannya Tafsir Al Jailani Berbahasa Indonesia ini setelah berproses selama 15 tahun lamanya.

“Setelah 15 tahun ingin menerbitkan dengan bahasa Indonesia, baru tahun ini bisa terlaksana dan itupun dibawah usaha KH Muhammad Danial Nafis yang telah berusaha menerjemahkan tafsir ini,” urainya.

Disampaikan, bahwa kunjungannya di Unisma ini juga terasa istimewa bahkan sempat membuatnya menitihkan air mata.

“Amat sangat menggembirakan bagi saya, ketika bapak Rektor Unisma menyambut saya dikantornya. Beliay mengatakan bahwa segala kegiatan di Unisma dimulai dengan membaca Al Fatihah dan bertawasul kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani,” papar dia.

“Ini adalah pertama kali yang saya dengarkan dan saya terima dari seorang rektor, bertawasul kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani untuk memulai seluruh kegiatan tersebut. Maka dengan tidak sadar saya meneteskan air mata,” sambung tokoh asal Turki itu.

sumber : https://tugumalang.id/dapat-kunjungan-spesial-unisma-gelar-launching-sekaligus-seminar-tafsir-al-jailani/

Butuh Bantuan? Chat Kami