MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) dipercaya pemerintah untuk menyalurkan 200 ribu dosis vaksin COVID-19 di lingkungan perguruan tinggi.

Kini, Unisma melakukan ekspansi program vaksinasi COVID-19 ke Pondok Pesantren (Ponpes).Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi, menjelaskan bahwa sejauh ini fokus pemerintah dalam menyalurkan vaksin masih di lingkup lembaga pendidikan formal. Sementara saat ini, penyaluran vaksin ke lingkungan ponpes masih rendah.

Untuk itu, Unisma mulai mengekspansikan program vaksinasi ini ke lingkungan ponpes. Salah satunya di Thursina International Islamic Boarding School (Thursina IIBS) yang memiliki pendidikan formal dan pesantren.”Santri di ponpes kebanyakan masih berada di asrama. Maka menurut saya ini harus juga kita prioritaskan. Apalagi ini mereka dari 33 provinsi di Indonesia, bahkan juga dari luar negeri,” ujarnya, pada Selasa (17/8/2021).Selain di Thursina IIBS, Unisma juga berencana mengekspansikan program vaksinasi COVID-19 ke ponpes lainnya di beberapa wilayah di Kabupaten Malang dan Kediri.

“Setelah ini kami juga akan ekspansi ke beberapa ponpes di Kabupaten Malang. Seperti Ponpes Al Munawariah, Sumber Pasir, Alma’rif Singosari, Arifa’i, dan lainnya. Ini tinggal nunggu giliran. Kemudian kita juga akan ekspansi ke ponpes di Ploso, Kediri,” ujarnya.”Yang jelas vaksinasi ini sebagai upaya turut serta mendukung program pemerintah dalam menyalurkan vaksin. Dan hari ini Unisma mulai ekspansi ke luar dari kampus ke lembaga pendidikan dan masyarakat,” imbuhnya.Sementara itu, CEO sekaligus Direktur Thursina IIBS, Nur Abidin, mengaku sangat mengapresiasi atas kepedulian Unisma dalam bentuk penyaluran vaksin COVID-19 di lingkungan Thursina IIBS.”Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Unisma sebagai kampus pertama yang peduli kepada kami khususnya dunia pesantren ini,” ujar alumni Unisma itu.

Menurutnya, dunia pesantren sangat terdampak oleh adanya pandemi COVID-19. Penyampaian materi pendidikan melalui daring di lingkungan pesantren kurang efektif. Untuk itu, dengan percepatan penyaluran vaksin diharapkan bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka.”Sehingga keberadaan vaksin ini menjadi sangat penting. Mudah-mudahan nanti akan semakin banyak pesantren yang mendapat perlakuan yang sama (mendapat vaksin). Karena dampak pandemi ini sangat terasa di lingkungan pesantren,” ucapnya.Thursina IIBS memiliki 1.100 santri dan 300 Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik. Di mana 50 persen santri dan 100 persen SDM tenaga pendidik telah menerima vaksin dari Unisma.”Mudah-mudahan sisanya karena sebagian juga kita liburkan jadi kalau sudah masuk bisa kita usulkan kembali agar dapat vaksin,” tuturnya.

Dia berharap, Unisma bisa menjadi percontohan bagi kampus lain dalam merangkul ponpes untuk percepatan penyaluran vaksin COVID-19.(ads)

sumber : https://kumparan.com/tugumalang/unisma-ekspansikan-program-vaksinasi-covid-19-ke-pondok-pesantren-1wLh3C2b0bz/full

Butuh Bantuan? Chat Kami