MALANG – Fakultas MIPA bersama BEM dan HIMAPRODI Unisma Malang menggelar Diklat Kepemimpinan Mahasiswa dan Bakti Karya Lingkungan (DKM BKL), Jumat (30/7/2021). 

Kegiatan yang digelar secara daring itu mengangkat tema “Aktualisasi Diri Melalui Pengembangan Leadership sebagai Generasi Saintis berbasis Aswaja yang Progesif, Dinamis dan Cinta Tanah Air”.

Dr. Arfan Kaimuddin, SH., MH. menjadi narasumber dalam acara ini. Dalam materinya ia memberikan wawasan tentang gerakan anti-radikalisme. Aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikalis sesungguhnya juga didorong oleh motif ajaran serta nilai yang diyakininya. Gerakan radikalis bertujuan mendirikan system yang sesuai dengan nilai yang dicitakan. Peserta sangat aktif dalam berdiskusi dalam bagaimana ciri-ciri radikalisme dan bagaimana mengatasinya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Menurutnya ciri-ciri yang paling mencolok dan mudah dikenali antara lain; sempit (pandangan tentang keberagaman), fundamental, eksklusif, keras (tidak mau mendengarkan pendapat orang lain), dan selalu ingin mengoreksi paham orang lain.

Cara untuk mengatasi radikalisme dan intoleransi di Indonesia antara lain; masyarakat pemeluk agama di Indonesia harus kembali pada ajaran agamanya masing-masing, belajar agama secara benar dengan tuntunan pemuka agama (ulama) yang terpercaya keilmuannya, dan menganggap kebhinekaan itu secara positif harus diterima bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah anugerah dari Tuhan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/362715/cara-unisma-malang-tangkis-radikalisme-di-wilayah-kampus

Hotline Saran & Keluhan !