MALANG -Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) mengadakan webinar nasional mengangkat topik tentang UU Cipta Kerja, Kamis (5/11/2020).

Temanya “UU Cipta Kerja Antara Harapan dan Tantangan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Daya Saing Global”.

“Semoga lewat webinar ini bisa memberi pencerahan pada seluruh stake holder dengan UU ini,” kata Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi saat memberi sambutan.

Meski masih ada persoalan, ia percaya pemerintah ingin membawa masyarakatnya makmur dan sejahtera.

Namun masyarakat juga ingin tahu akan dibawa kemana sesungguhnya dengan UU No 11/2020 ini.

Ketua FRI Arif Satria menyatakan isu UU Cipta Kerja sebagai langkah tepat bagi FRI untuk memberi sumbangan pemikiran pada kebijakan baru.

“Dua pekan lalu, kami bertemu Presiden Jokowi dan kami mendapatkan bukti UU itu,” katanya sambil menunjukkan dokumen UU yang sangat tebal itu. Jumlah halamannya 1187.

Saat pertemuan itu, ia menyatakan belum membaca dan banyak versi beredar.

Setelah mendapat dokumennya, maka FRI akan melakukan kajian.

“Sebagai akademisi, kami memiliki kajian independen. Mana hal-hal objektif yang perlu direvisi. Pasal hijau dipertahankan/sesuai. Mana pasal kuning yang perlu kawal dan pasal merah, maka yang perlu direvisi,” tuturnya. Maka fungsi FRI menjembatani itu.

Karena ini UU omnibus law, maka banyak klaster di UU Cipta Kerja. Jadi tidak hanya masalah ketenagakerjaan.

Ia mencontohkan soal ribetnya izin. Salah satunya bagi pemilik kapal tangkap ikan. Banyak dokumen harus dilengkapi dan lama sebelum izin keluar. Sehingga hanya bisa menangkap ikan di sekitar pantai. Dan yang di tengah laut diambil asing.

Narasumber webinar adakah Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menaker Ida Fauziah dan Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Kuncoro PhD.

Menurut Agus, Indonesia butuh UU Cipta Kerja untuk mendukung transformasi pertumbuhan ekonomi lebih cepat agar bisa keluar dari middle income trap.

Untuk itu dibutuhkan ekosistem bisnis yang baik, iklim yang kondusif untuk menjawab tantangan dan kebutuhan global.

Di kementriannya saat ini akan membuat RPP klaster perdagangan untuk menerjemahkan UU 11/2020. Tujuannya agar ekspor dipermudah dan import selektif.

“Sehingga bisa melindungi ekonomi masyarakat dalam negeri. Segala izin akan dipermudah dan lebih cepat untuk investasi dan ketersediaan lapangan kerja,” pungkas Agus.

Sementara Rektor UI, Ari Kuncoro mengulang contoh pengurusan izin kapal ikan oleh Ketua FRI sebagai bentuk sulitnya investasi.

“Jadi investasi itu bukan hanya orang asing, wong kita saja (orang Indonesia) juga susah,” jelas dia. Maka hal-hal seperti itu disebut bunded, ruwet.

Kondisi regulasi yang ruwet seperti itu, pasti akan membuat orang keluar dari antrean dan mau membayar lebih.

“Biaya mahal di investasi, waktu tunggu yang lama karena ketidakpastian yang ingin dibereskan di UU Cipta Kerja,” kata Rektor UI.

Menurut dia, sebenarnya potensi Indonesia menjadi negara berpendapatan besar bisa diperbaiki. Sehingga tidak mengalami stagnasi.

Akhirnya Indonesia hanya menjadi pasar saja bagi industri dengan lebih cepat mengimport daripada berindustri.

Namun produk Indonesia hanya sedikit yang bisa masuk ke negara lain.

Bagi pemodal, ketika kondisi di lapangan tidak kondusif untuk melakukan komitmen jangka panjang seperti mendirikan pabrik, namun terhambat di pada tumpang tindih regulasi, maka membuat mereka enggan investasi.

Maka diharapkan peluang invenstasi tak hanya buat orang asing tapi juga orang Indonesia lewat UU ini.

Contohnya jika ada usaha otomatif. Maka UMKM bisa bergerak untuk mendukung itu misalkan usaha mur. Jika dipenuhi di dalam negeri, maka tidak perlu impor karena sudah ada.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).


Sumber :
Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul UU Cipta Kerja Jadi Bahasan di Webinar Forum Rektor Indonesia dan Unisma, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/11/05/uu-cipta-kerja-jadi-bahasan-di-webinar-forum-rektor-indonesia-dan-unisma?page=3.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi

Butuh Bantuan? Chat Kami