BEM Unisma Malanggelar tahlilan bersama masyarakat Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang. Tahlilan ini menjadi salah satu dari agenda Eksekutif Muda Membangun Desa.

Tahlilan dilakukan di rumah penduduk dengan melibatkan masyarakat desa pada pukul 16.00 WIB setelah melakukan salat ashar berjamaah.

Tahlil hari pertama dengan dipimpin oleh M Afnani Alifian, diikuti oleh seluruh anggota BEM yang ikut serta pada program Eksekutif Muda Membangun Desa dan masyarakat sekitar. Ahmad Faruuq sebagai presiden mahasiswa menuturkan Tahlilan ini guna kembali mengungatkan kembali tradisi nahdliyin.

“Kami membaca tahlil, yasin, dan diakhiri doa bersama, adapun tujuannya guna menguatkan kembali tradisi NU di internal BEM khususnya, dan masyarakat desa Argotirto,” ungkap presiden mahasiswa.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

 “Kegiatan tahlilan ini dilakukan setiap sore, ba’da salat ashar sampai menjelang maghrib. Karena kami di dusun Wonorejo ini hanya tinggal selama tiga hari, pembacaan tahlil dilakukan selama tiga hari pula. Untuk tempatnya di musholla Wonorejo, dan di salah satu rumah warga,” terang Ahmad Faruuq.

Sementara itu, koordinator sie acara Rizki Zulkarnain menerangkan pada tahlilan ini dilakukan tawassul kepada para pendiri Unisma. “Agar acara kami bisa barokah, tidak lupa kami melakukan tawassul kepada para pendiri Unisma, seperti KH Tholchah Hasan, KH Masjkur, dan yang lain,” terang Rizki sapaan akrabnya.

Ketua pelaksana menambah bahwa harapan dari tahlilan ini agar BEM Unisma Malang bisa lebih membaur pada masyarakat di desa Argotirto. “Setelah tahlil biasanya dilanjutkan dengan jagongan atau ngobrol santai dengan warga sekitar,” ungkap Abdul Aziz Dawaamu. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/307629/rawat-tradisi-amalan-nu-bem-unisma-malang-ikuti-tahlilan-bersama-masyarakat

Butuh Bantuan? Chat Kami