BEM Unisma Malangmenutup kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Eksekutif Muda Membangun Desa di desa Argotirto Kec. Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang dengan meresmikan pojok literasi dan gerobak literasi. Penutupan kegiatan dilakukan di TPQ Wonorejo bersama Ikatan Mahasiswa Sumawe (IMS), Minggu (01/11). 

Selama kegiatan pengabdian masyarakat, BEM Unisma Malang telah membangun tiga pojok literasi. Tempat yang pertama di TPQ Wonorejo, lalu di TPQ Desa Argotirto atas rumah salah satu anggota IMS, dan TPQ di desa Ringinsari.

Penanggung jawab program, M Afnani Alifian mengungkapkan buku hasil donasi yang diperkirakan berjumlah 500-an judul dibagi menjadi tiga. “Untuk kategori buku yang diletakkan pada pojok literasi meliputi buku anak, buku pelajaran, buku aswaja, buku motivasi, buku anti korupsi, dan beberapa buku pelajaran. Selain ini kami juga menyediakan Al-Qur’an, permainan islami untuk anak, serta rak buku untuk lebih menarik pembaca,” ungkap Dani sapaan akrab Mendikbud BEM Unisma.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unisma menyatakan program yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari Kemendikbud ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat desa. “Literasi itu menjadi penting bagi semua golongan mulai dari anak anak, remaja, hingga orang tua karena dapat menjadi sumber awal pengetahuan seseorang. Kami merasa minat baca Indonesia yang menurut data hanya 0,001 % itu kurang benar. Justru permasalahan yang dihadapi selama ini adalah akses buku ke desa desa. Program ini menjadi tindakan kecil, yang kemudian kami gagas ke depan desa Argotirto dapat dinobatkan sebagai kampung literasi,” ungkap A. Faruuq.

Ketua umum IMS Fahmi Aziz menjelaskan jika pojok literasi ini akan bergilir dari satu desa ke desa lain di wilayah kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). “Terimakasih pada BEM Unisma yang sudah memberikan kemudahan akses buku untuk masyarakat desa. Insya Allah dalam rencana jangka panjang kami gerobak literasi ini akan dimanfaatkan untuk melaksanakan perpustakaan keliling. Harapan kami dari BEM Unisma juga tetap jaga silaturahmi dengan teman teman di IMS,” jelasnya.

Tokoh masyarakat desa mengapresiasi penuh atas peresmian pojok literasi dan gerobak literasi ini.  Qomarrudin berharap santri di TPQ selain bisa membaca Al-Quran juga cerdas masalah pengetahuan. “Sebenarnya kalau hanya tiga hari jujur saja kami merasa kurang, ingin sekali rasanya adik-adik tinggal lebih lama di desa kami. Kami berterimakasih banyak kepada adik-adik yang telah memberikan ilmunya di desa kami,” ungkap Udin.

Pojok literasi dan gerobak literasi selanjutnya diserahkan langsung kepada IMS. Pengelolaan jangka panjang untuk keberlanjutan literasi di desa Argotirto kecamatan Sumawe akan menjadi tanggung jawab BEM Unisma Malang dan IMS. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Butuh Bantuan? Chat Kami