Penyuluhan Pertanian, Bentuk Bhakti Santri Untuk Negeri Fakultas Pertanian Unisma dalam Rangka HSN 2019

Penyuluhan Pertanian, Bentuk Bhakti Santri Untuk Negeri Fakultas Pertanian Unisma dalam Rangka HSN 2019

Dalam rangka Hari Santri 2019, Fakultas Pertanian berpartisipasi dalam kegiatan “Bakti Santri Untuk Negeri” yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jombang. Bentuk partisipasi yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian adalah memberikan penyuluhan kepada kelompok Tani Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Tema penyuluhan pertanian meliputi:

  • Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian
  • Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Padi
  • Peningkatan Produksi padi melalui Induksi SIPLO

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Tema ini kami angkat berdasarkan pertimbangan permasalahan yang dihadapi oleh petani di Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang terkait dengan budidaya tanaman padi.  Penurunan produktivitas tanaman padi dan tanaman palawija di Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang disebabkan oleh beberapa hal antara lain penurunan produktivitas lahan dan serangan hama tanaman padi terutama hama tikus. Dampak dari penurunan produktivitas lahan dan serangan hama tikus ini mampu menurunkan produktivitas padi bahkan sampai gagal panen dan hanya diperoleh hijauan tanaman padisaja, sehingga petani memanfaatkan hijauan padi ini untuk pakan ternak.

Pada kesempatan ini Fakultas Pertanian mencoba memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh petani di Kecamatan Kudu, melalui pemateri penyuluhan yang terdiri dari Dr. Ir. Nurhidayati, MP., Dr.Ir. Sugiarto, MP., dan Ir. Abdul Basit, MP.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Solusi pertama dengan melalukan upaya perbaikan kesuburan tanah dengan menggunakan metode Low External Input.  Selama ini petani di Kecamatan Kudu menggunakan High External Input yaitu dengan menggunakan pupuk kimia dosis tinggi dan pengolahan tanah intensif.  Upaya ini dalam jangka pendek memang menguntungkan tapi dalam jangka panjang merugikan lahan pertanian, karena kualitas, kesuburan dan kesehatan tanah menurun, yang berdampak pada penurunan produktivitas padi secara keseluruhan. Penurunan kualitas lahan juga ditandai dengan menurunnya populasi dan aktivitas mikroorganisme dalam tanah, dimana mikroorganisme yang bermanfaat menurun populasi dan aktivitasnya yang berdampak pada meningkatnya populasi hama padi.  Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan menurunnya biodiversitas di dalam tanah dan di atas tanah termasuk musuh alami tikus, sehingga populasi tikus meningkat drastis dan menyerang tanaman padi. Upaya peningkatkan kualitas tanah telah dijelaskan oleh Ibu Dr. Ir. Nurhidayati, MP sebagai pakar kesuburan tanah, sedangkan cara pengendalian tikus telah dijelaskan oleh Bapak Ir. Abdul Basit, MP. Sebagai pakar hama dan penyakit tanaman. Upaya peningkatan produktivitas padi telah dijelaskan oleh Bapak Dr. Ir. Sugiarto melalui induksi listrik untuk merangsang tanah mengoptimalkan potensi hara yang terkandung dalam tanah baik yang berasal dari mineral tanah, koloid tanah, bahan organik tanah (pupuk kendang, kompos, pupuk hijau, dll.). alat yang digunakan untuk induksi listrik ke dalam tanah dikenal dengan SIPLO (Sistem Intensifikasi Potensi Lokal), yang memiliki makna bahwa dengan induksi listrik merangsang pelepasan hara dari berbagai sumber hara dalam tanah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Antuasiasme masyarakat petani Kecamatan Kudu terlihat dengan adanya diskusi usai acara penyuluhan berlangsung dan memohon kepada Fakultas Pertanian untuk melakukan perjanjian kerjasama untuk melakukan langkah-langkah konkrit dalam upaya peningkatan produktivitas padi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *