CEO  Perusahaan  Ternama Memberi Pembekalan Calon Wisudawan FEB UNISMA

Sebanyak 400 mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang mengikuti Yudisium Kelulusan Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019. Lulusan yang terdiri dari 276 orang dari program studi Manajemen dan 134 orang dari program studi Akuntansi rata- rata lulus tepat Waktu selama 8 semester.  Prosesi Yudisium Kelulusan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Ibu Nur Diana S.E, M.Si yang dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium, beliau juga menekankan pentingnya calon lulusan menjaga nama baik almamater. Kita telah membekali anda dengan 3 kompetensi utama sebagai sarjana yaitu kompetensi knowledge, kompetensi skill dan kompetensi attitude. Gunakan ketiga kompetensi tersebut saat saudara terjun ke masyarakat agar anda tidak kehilalangan arah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

” Mulai hari ini green jacket FEB UNISMA mulai anda tanggalkan, bukan berarti anda keluar dari jalur apa yang sudah Unisma ajarkan. Jaga nama baik kebesaran almamatermu. Beri Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedua Orang tuamu yang tak kenal lelah mendidik, membiayai sekolah anda sampai pencapaian jenjang strata 1 ini. Jadilah insan yang bermanfaat bagi masyarakat, agama dan bangsa”.

Setelah sambutan Dekan, acara dilanjutkan dengan paparan dari Wadek 1 Bapak Afifudin SE, MSA yang membacakan Surat Keputusan Rektor Universitas Islam Malang tentang Yudisium Kelulusan Program S-1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma.  Dari 400 peserta yudisium telah ditetapkan lulusan terbaik dari program studi S-1 Akuntansi atas nama Aqidatul Firli  dengan IPK 3, 98 dan dari program studi S-1 Manajemen atas nama Cintya Noviana dengan IPK 3,80. Selanjutnya dibagikan surat Tanda Kelulusan dan Transkrip Nilai oleh Ketua Program Studi Masing masing.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Setelah prosesi Yudisium acara dilanjutkan dengan pembekalan calon Wisudawan dengan tema “Sudah Siapkan kita Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0” dengan narasumber Ir. Didik Sunardi MM, PhD (CEO PT Global Sunter Studia). Dalam paparannya, narasumber yang aslinya AREMA ini bantak memaparkan kesuksesan bos-bos perusahaan multinasional yang awalnya bukan berasal dari perguruan tinggi ternama. Contohnya saja bos google yang aslinya warga india. Bos Microsoft juga. Tetapi mengapa mereka bisa menjadi orang yang menguasai dunia bisnis? Hal tersebut tak lain karena mereka pun tak pernah berhenti untuk mekakukan learning by doing.

Beliau juga mencontohkan dirinya sendiri yang sebelumnya berpengalaman menduduki jabatan di IBM ASEAN serta perusahaan perbankan CITY BANK. Saya tidak pernah menyalahkan sekolah saya yang tidak memberikan kompetensi yang dibutuhkan saat saya menduduki jabatan tersebut, tetapi kami bisa berhasil karena mampu beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan industri serta tidak berhenti learning by doing sehingga berproses terus untuk memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Beliau mencontohkan HP Nokia yang pernah memegang  80 persen pasar Hand Phone di dunia. Bagaimana kabarnya sekarang? Itulah tanda perusahaan yang kurang mengadaptasi lingkungan bisnis yang selalu berubah. “Lulusan sekarang, jangan berhenti untuk learning by doing karena perubahan lingkungan bisnis berjalan terus menerus. Jika tidak, maka tidak akan memenuhi kebutuhan industri yang berubah”. ” Era R.I 4.0  membutuhkan Sumberdaya manusia yang memiliki  competence,  skill set, mindset character and commitmen”.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Era 4.0 ini kita menghadapi jaman yang semakin berubah ini, kita dihadapkan pada ketidakpastian. Apa yang membuat kita sukses dulu, sekarang tidak lagi. Apa yang dulu jelas, sekarang jadi kabur. Semuanya serba tidak pasti, semuanya ambigu. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kenali VUCA yang mencirikan era 4.0. VUCA terdiri dari 4 elemen: Volatility (Kecepatan Perubahan), Uncertainty (Ketidakpastian), Complexity (Kompleksitas), Ambigity (Ketidak-jelasan akan Realitas). Ini adalah jaman baru, yang penuh ketidakpastian keadaan. Yang membutuhkan sebuah strategi solusi. Ada 4 strategi yang dapat membuat kita lebih baik dalam menghadapi VUCA ini.

Kegiatan Pembekalan Wisudawan ini berjalan sangat antusias terbukti banyak wisudawan yang bertanya terjait dengan kiat-kiat mereka supaya sukses menembus adanya ketidakpastian di era 4.0 yang dijawab dengan sangat detil dan lugas oleh narasumber yang kaya akan pengalaman di berbagai perusahaan besar multinasional maupun perusahaan nasional.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Hotline Saran & Keluhan !